Kamis, 28 Januari 2016

Pengertian dan macam-macam waqaf

Macam Macam Tanda Waqaf Dalam Al Qur'an

Macam macam tanda waqaf dalam Al Qur'an adalah sebagai berikut:
A. Waqaf Mutlaq (ط)
Waqaf Mutlaq tandanya ط. Apabila kita membaca Al Qur'an menemui tanda waqaf tersebut, maka lebih utama diwaqafkan atau berhenti pada tanda waqaf tersebut. 
B. Waqaf Lazim (م)
Waqaf Lazim tandanya م. Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf lazim, maka cara membacanya adalah harus berhenti. 
C. Waqaf Jaiz (ج)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf jaiz, maka cara membacanya boleh berhenti dan boleh dilanjutkan dengan kata berikutnya.

D. Waqaf Waslu Ula (صلى)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, cara membacanya adalah lebih utama dilanjutkan dengan kata berikutnya.

E. Waqaf Mustahab (قيف)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.

F. Waqaf Waqfu Ula (قال)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.

G. Waqaf Mujawwaz (ز)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut, tetapi boleh juga waqof.

H. Waqaf Murakhas (ص)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, boleh berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut karena darurat yang disebabkan oleh panjangnya ayat atau kehabisan nafas , tetapi diutamakan waslah/terus.

I. Waqaf Qobih (ق)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut.

J. Waqaf Laa Washal (لا)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, jangan waqof kecuali jika di bawahnya terdapat tanda awal ayat yang membolehkan waqof secara mutlaq, maka boleh berhenti tanpa di ulang lagi.

K. Waqaf Mu'anaqah (. ۛ.  . ۛ.)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, harus berhenti di salah satu dari kedua kelompok titik tiga tersebut, boleh pada yang pertama atau yang kedua.

L. Waqaf Saktah (ساكته)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, harus berhenti dan diam sejenak tanpa mengambil nafas baru pada kata yang terdapat tanda tersebut. Saktah Sakat adalah diam sejenak biar putus & pisah suaranya dengan tanpa berganti nafas.
Di dalam Al-Qur’an Saktah hanya ada 4 tempat, yaitu:
  • Di dalam surah Al-Muthaffifin, ayat 14.
  • Di dalam surah Al-Qiyamah, ayat 27.
  • Di dalam surah Yaasiin, ayat 52.
  • Di dalam surah Al-Kahfi, ayat 1.

Cara Mewaqafkan

A. Apabila huruf di akhir kalimat berharakat sukun (mati), cara membacanya harus dibunyikan mati dengan terang menurut bacaan yang semestinya, apakah itu qalqalah atau tidak dan sebagainya. 
B. Apabila di akhir kalimat hurufnya berharakat fathah, dhammah, atau dhammah tanwin, dan kasrah atau kasrah tanwin. Cara membacanya harus disukunkan lebih dahulu kemudian dibaca mati dengan terang menurut bacaan masing masing huruf, 
C. Apabila di akhir kalimat hurufnya berupa ta' marbutah cara membacanya harus mengubah ta' marbutah tersebut menjadi ha' sukun
D. Apabila diakhir kalimat hurufnya didahului huruf mati, dan setelah mematika huruf akhir maka terdapat dua huruf mati. Cara membacanya yaitu dibunyikan sepenuhnya dengan menyuarakan setengah huruf yang terakhir, dengan suara pendek. 
E. Apabila di akhir kalimat hurufnya didahului dengan mad atau mad layyin. Cara membacanya dengan mematika huruf terakhir dan dibaca panjang seperti mad aridl lissukun. 
F. Apabila di akhir kalimat hurufnya berharakat fathah tanwin. Cara membacanya dengan membunyikan menjadi fathah yang dibaca panjang dua harakat dan berubah menjadi mad iwadh.

Sumber : http://kokohnaxnetig.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-dan-macam-macam-tanda-waqaf.html

Senin, 25 Januari 2016

Langkah-langkah membuat pidato

1. Menentukan Tema Tema adalah materi pidato yang harus dipilih sebelum membuat naskah pidato. Contoh tema : religius, lingkungan, masyarakat, sosial, pendidikan, dll.
2. Menentukan Lama Pidato Tentukan berapa lama waktumu untuk berpidato nanti. Banyak naskah harus sebanding  dengan lama pidatonya agar pada saat menyampaikan pidato nanti tidak molor (kelebihan)  atau malah terlalu cepat.
3. Susun Kerangka Pidato Kerangka diurutkan sedemikian rupa.
a. Salam Pembuka Salam pembuka berisi sapaan kepada yang hadir dalam acara tersebut dimulai dari  yang paling tinggi kedudukannya hingga yang paling rendah secara berurutan.
b. Pendahuluan Pendahuluan berisi ucapan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.
c. Isi Pokok Isi pokok berisi dari inti pidato tersebut.
d. Simpulan Simpulan berisi dari kesimpulan inti pidato tersebut.
e. Harapan- Harapan Harapan-harapan berisi dampak positif yang diharapkan terjadi pada pendengar pidato setelah mendengar pidato tersebut.
 f. Penutup Berisi ucapan terima kasih, meminta maaf, dan salam penutup.
4. Mengembangkan Kerangka Pengembangan kerangka dilakukan dengan menguraikan pokok-pokok masalah pada kerangka karangan menjadi kalimat-kalimat ke paragraf-paragraf. Kembangkanlah sesuai tema yang kamu tentukan.

Sumber : http://www.rimbahidup.blogspot.co.id/2011/01/langkah-langkah-membuat-naskah-pidato.html?m=1

Minggu, 24 Januari 2016

Perkenalan

Assalamualaikum Wr.Wb
Kenalkeun nami abi........JURIG:( haha canda da canda. Perkenalkan nama saya Rita Rospita Sari panggil aja itot eaaaaaa. .Saya bersekolah di SMP Negeri 2 Tasikmalaya tercintah. Biasa aja kali ya gak usah ditambah huruf H segala wkwk:3 Saya duduk di kelas 9b walikelasnya juga cantik loh namanya bu Dini Diana yang tanggal 19 kemarin baru aja ulangtahun. Saya lahir pada tanggal 05 Oktober 2002:( canda da canda wkwk maksudnya 5 oktober 2000(bisi bade ngado) umur saya masih 15 kok:3 Saya mempunyai seorang abang namanya Fahmi Rahman dia ganteng daa katanyamah banyak orang yang bilang kumis tipis CEUNAH:( Ya mungkin sudah cukup perkenalannya maaf apabila ada salahkata atau apa we yang jelas manusia kan gak ada yang sempurna gitu:3 Oh ya sekalian promisi aja ah
Line           : Ritarospitasari
Ig                : Ritarospita
Facebook : Rita Rospita Sari

HATUR NUHUN^^
Wassalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Kemagnetan

 
 
 
TEORI KEMAGNETAN
 
 
Menurut teori kemagnetan,
1.      sebuah bahan magnet tersusun dari se­jumlah besar magnet‑magnet kecil yang dinamakan magnet elementer
2.      pada magnet, magnet elementer tersusun secara teratur, sedangkan pada bahan non­magnetik, magnet elementer tersusun se­cara acak;
3.      prinsip membuat magnet adalah menjadikan magnet elementer yang tadinya tidak teratur menjadi teratur dan searah;
4.      pada bahan magnet lunak, magnet elementer mudah "diputar" sehingga bahan‑bahan tersebut mudah dijadikan magnet;
5.      pada bahan magnet keras, magnet elemen­ter sukar "diputar" sehingga bahan ini sukar dijadikan magnet;
6.      bila magnet permanen dipotong, masing-masing potongan akan tetap mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.


1.  Sifat-sifat magnet antara lain: dapat menarik besi, menimbulkan gaya satu sama lain (tolak-menolak dan tarik menarik). Medan magnet: suatu daerah di sekitar magnet dimana masih ada pengaruh gaya magnet.

2.  Bagian magnet yang daya tariknya terbesar disebut kutub magnet. Oleh karena itu setiap magnet mempunyai dua buah kutub yaitu kutub utara, U, dan kutub selatan, S.
Kutub-kutub senama akan saling tolak, misalnya kutub utara dengan utara atau kutub selatan dengan selatan. Sedangkan kutub-kutub yang berlainan jenis akan saling tarik-menarik, contohnya kutub utara didekatkan dengan kutub selatan.


3.  Penggolongan benda berdasarkan sifat magnetik:
a. ferromagnetik, yaitu benda yang ditarik kuat oleh magnet. Contoh: besi, baja, nikel,dan kobalt
b. diamagnetik, yaitu benda yang ditolak oleh magnet. Contoh: timah, aluminium, emas, dan bismuth
c. paramagnetik, yaitu benda yang ditarik lemah oleh magnet. Contoh: platina, tembaga, dan garam.


4.  Cara membuat magnet:
a. menggosokkan magnet tetap,
Caranya: arah gosokan dibuat searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur dan mengarah ke satu arah.Pada ujung terakhir besi yang digosok, akan mempunyai kutub yang berlawanan dengan kutub ujung magnet penggosoknya
b. aliran arus listrik,
Jika arah arus berlawanan jarum jam maka ujung besi tersebut menjadi kutub utara. Sebaliknya, jika arah arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut terbentuk kutub selatan. Dengan demikian, ujung A kutub utara dan B kutub selatan atau sebaliknya.
c. induksi.
Besi dan baja diletakkan di dekat magnet tetap. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah.


5. Cara Menghilangkan Sifat Kemagnetan.
Sebuah magnet akan hilang sifat kemagnetannya jika magnet dipanaskan, dipukul-pukul, dan dialiri arus listrik bolak-balik. Magnet yang mengalami pemanasan dan pemukulan akan menyebabkan perubahan susunan magnet elementernya. Akibat pemanasan dan pemukulan magnet elementer menjadi tidak teratur dan tidak searah.



6. Kemagnetan Bumi
 
Medan magnet bumi digambarkan dengan garis-garis lengkung yang berasal dari kutub selatan bumi menuju kutub utara bumi. Magnet bumi tidak tepat menunjuk arah utara-selatan geografis. Penyimpangan magnet bumi ini akan menghasilkan garis-garis gaya magnet bumi yang menyimpang terhadap arah utara-selatan geografis.
   Deklinasi adalah penyimpangan dari arah utara selatan yang sebenarnya. Sedangkan Inklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh magnet dengan garis mendatar.

7. H.C. Oersted membuktikan bahwa di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnet (artinya listrik menimbulkan magnet).
Keuntungan magnet listrik:
a. sifat kemagnetannya sangat kuat,
b. kekuatan magnet dapat diubah dengan mengubah arus,
c. kemagnetan dapat dihilangkan dengan memutuskan arus listrik.

8. Gaya Lorentz
Gaya lorentz adalah gaya yang terjadi pada sebuah kawat berarus listrik yang berada dalam lingkungan kuat medan magnet. Atau gaya yang terjadi pada sebuah muatan yang berada dalam lingkup kuat medan magnet.
besarnya gaya lorentz dirumuskan:
F = I L B
dimana
F = Gaya lorentz (N)
B = Kuat medan magnet (Tesla)
I = Kuat arus listrik (A)
L = Panjang kawat (m)
untuk menentukan arah gaya lorentz digunakan aturan tangan kanan.

Penggunaan gaya lorentz pada: motor listrik, amperemeter, galvanometer, dan voltme


sumber: http://syahrianfisika.blogspot.co.id/2013/06/kutub-kutub-magnet-magnet.html